FK Unair- Merebaknya isu pencemaran bakteri Enterobacter Sakazaki yang diduga ada pada susu bubuk formula rupanya tidak hanya memancing kekhawatiran. Akibat salah penafsiran terhadap hasil penelitian ditemukannya bakteri sakazaki itu membuat sebagian kalangan masyarakat awam merasa takut untuk mempercayakan kembali susu formula sebagai bahan asupan makanan bagi buah hati mereka.
Menanggapi hal tersebut, Ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Prof. Dr. Sam Soeharto, dr., Sp.MK didampingi Sekretaris umum PAMKI Prof. Dr. Kuntaman, dr., Sp.MK dalam konferensi press(19/2/2011) di Universitas Airlangga berpendapat masyarakat tidak perlu takut dalam menyikapi isu tersebut.
Sebenarnya, Bakteri sakazaki telah lama dikenal dan ada pada usus manusia dan hewan, bahkan, bakteri itu biasa menempel pada peralatan yang ada disekeliling kita.
Dalam dunia kedokteran, kata Prof. Sam, sangat jarang Sakazaki teridentifikasi sebagai penyebab infeksi di komunitas, keberadaanya hanya ada ditempat perawatan intensif di rumah sakit.
Banyaknya laporan penyakit yang menginfeksi pada bayi atau anak-anak diperkirakan karena mereka mengalami gangguan pertahanan tubuh atau karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga secara genetik dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik sekaligus mendorong meningkatkan derajat keganasan bakteri tersebut. “Sampai sekarang tidak terbukti sakazaki menimbulkan penyakit serius” tegasnya.
Oleh sebab itu, Prof.Sam menekankan kepada masyarakat agar jangan mengidentikkan bakteri dengan penyakit, karena di dalam tubuh kita sendiri ada banyak bakteri termasuk jenis enterobacter tak terkecuali pada tubuh bayi.
Adapun beberapa jenis bakteri yang menyebabkan penyakit, itu pun di klasifikasikan berdasarkan ganas tidaknya bakteri dan pengaruhnya sangat tergantung pada kualitas daya tahan tubuh masing-masing.
Selanjutnya, Prof. Sam mengatakan tidak ada persyaratan bahwa susu formula harus steril. Susu formula memang tidak dinyatakan sebagai suatu produk yang steril atau terbebas dari mikroba , sehingga adanya bakteri yang tidak ganas dalam jumlah sedikit adalah suatu yang wajar . hal ini dapat terjadi karena kemungkinan bakteri sudah ada dalam puting susu sapi, pada peralatan pemerahan susu, proses fabrikasi atau pada saat proses pengenceran sebelum diberikan pada bayi.
“bakteri sakazaki seperti halnya jenis bakteri lainnya yang merupakan kelompok enterobacteriaceae yang bisa mati dalam suhu diatas 80C selama sekitar 20-60 menit, maka supaya aman encerkan saja susu formula itu menggunakan air panas minimal 70C agar bakteri didalamnya mati” ujarnya.
Mengingat susu menjadi media favorit tumbuhnya bakteri, maka Prof. Kuntaman menyarankan agar setelah diencerkan , susu sebaiknya tidak dibiarkan dalam waktu yang lama untuk menghindarkan bakteri berkembang lebih banyak. Hal ini penting diperhatikan khususnya di rumah sakit yang merawat bayi dalam keadaan gangguan kesehatan atau daya tahan tubunnya yang rendah diperlukan tingkat kebersihan yang tinggi selama memberikan susu formula.
“setelah di encerkan dengan air panas, tunggu sampai hangat, kemudia segera minumkan pada bayi sampai habis, hal tersebut untuk mencegah pertumbuhan bakteri lebih banyak lagi”ujarya.
Dibidang kedokteran dikenal istilah pathogen dan virulent untuk bakteri. Bakteri pathogen adalah bakteri penyebab penyakit infeksi . sedangkan seberapa besar kemampuan menyebabkan infeksi disebut virulensi .
Penyakit infeksi akan timbul jika pertahanan tubuh tidak seimbang dengan patogenitas bakteri. Sebut saja bakteri Escherichia coli atau enterobacter sp yang beredar didalam usus , selama daya tahan tubuh normal maka bakteri tersebut tidak akan berbahaya.
Untuk bisa menyebabkan penyakit infeksi , dibutuhkan dosis (jumlah) bakteri tertentu tergantung pada sifat pathogen dan virulensi bakteri. Dibandingkan dengan sifat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC yang patogen dan lebih ganas, sifat bakteri sakazaki jauh berada dibawahnya.
Ketika ditanya pendapatnya terkait pernyataan menghebohkan terkait bakteri sakazaki pada susu formula yang bersumber dari hasil sebuah penelitian, Prof. Sam menyikapinya secara obyektif. Ia mengatakan pada intinya pihak terkait harus berhati-hati pada saat mengumumkan sebuah hasil penelitian apalagi ke halayak luas. Harus benar-benar dipertimbangkan dan dibandingkan baik buruknya sebelum menyampaikan hal tersebut. “jangan membuat masyarakat kita resah hanya karena informasi yang mereka dapatkan setengah-setangah”ujarnya. fy*
from: http://www.fk.unair.ac.id/index.php/Headline-News/jangan-panik-sakazakii-bukan-ancaman.html
Advertisement
Like this:
One blogger likes this post.
Posted by @helgaindra on February 24, 2011 at 1:58 am
tapi sampai sekarang masih belom di kasih tau ya merk apa aja yang ada bakteri sakazaki nya?
Posted by Dangstars on February 24, 2011 at 2:49 am
Wah..setuju Kang Aman :d
Posted by orange float on February 24, 2011 at 10:27 am
jadi ngak berbahaya ya… saya juga sempat kawatir karena keponakan saya juga minum susu formula
Posted by sang sing sung on February 24, 2011 at 3:49 pm
betul skali..belum ada reminder untuk ini..kan masih penelitian…
Posted by jobv on February 25, 2011 at 11:16 am
bingung, hal kecil bisa jadi kayak bomb, bahkan bisa ngalahin berita orang mati di bakar massa
Posted by ma_dhan on February 27, 2011 at 11:55 am
haha.. ni bakteri booming nya bisa sejajar ama kasus elpiji 3kg yaah..
Posted by PeGe on February 28, 2011 at 4:50 am
orang awam Indonesia kadang memang mudah panik, ditambah pemberitaan media yang malah ngasih kesan lebay..
Posted by sunarno2010 on March 3, 2011 at 2:36 am
sepertinya pemberitaan yang justru membuat masyarakat takut
Posted by achoey el haris on March 3, 2011 at 4:16 am
Ya, jadi pada takut mimi susu
Maaf baru nongol lagi sobat
Baru update dan BW lagi nih daku
Salam persohiblogan
Posted by 3snainc on March 5, 2011 at 3:36 am
makanya yang bener bayi mending minum ASI sampe 2 thun… jangan pakein susu formula… soalnya susu formula antibodynya rempeyek…
Posted by riez on March 5, 2011 at 3:40 am
Wah kalau masalah kesehatan harusnya pihak terkait terbuka.jangan cuma menyebarkan tapi gak ada solusi
Posted by Bung Iwan on March 5, 2011 at 6:10 am
mungkin itu sebabnya ya pemerintah males ngumumin susu berbakteri. btw nama bakterinya ninja banget.